Selasa, 26 September 2017

SALAH TAFSIR

SALAH TAFSIR


Entah apa yang terjadi, jalan apa yang sedang dilalui. Titik demi titik yang dilalu tak tergambar dengan jelas. Jalan panjang apa yang harus dilalui? keyakinan mana yang harus dipercayai? aku terdampar dalam rasa dan keyakinan yang tak berpihak.
Aku mencari kebenaran atas pembenaran yang tak kupahami. Inginku lari dan tak kembali, tapi aku sadar bukan hanya bait puisi bermajas yang terluka dan menderita tapi seutuhnya hati ini. sejujurnya aku akan salah jika merasa benar, maka kututup rapat hati ini dan memilih untuk berlari. menghindari dan tak mencoba untuk menghadapi.
Jalan mana yang harus dituju, jika semua abu-abu. Maka pemikiranku tentangmu semakin kuat. Apa yang kau tanam dalam otakmu adalah apa yang kau lihat dan apa yang aku simpulkan, entahlah...
Hingga akhirnya, mungkin aku akan salah tafsir, salah menafsirkan setiap laku yang kau ciptakan. mungkin aku akan salah membaca setiap laku yang kau pamerkan. Nyatanya sekarang aku menafsirkan kita saling menyakiti. Melakukan semua yang sebetulnya bukan kita, melakukan apa yang sebetulnya tak suka kita lakukan. Melakukan demi dilihat aku dan sebaliknya.
Entah persepsi apa yang ingin kita ciptakan. rasanya masing-masing dari kita ingin membuktikan satu rasa. masing-masing dari kita punya rasa yang sama. Dan mungkin, bahkan keyakinan kita sama atau bahkan kita melakukan dengan tujuan yang sama.
Satu, dua, dan mungkin ketiga kalinya, aku bahkan lupa. yang jelas kita saling menyakiti, bukan suatu kepastian yang kita yakini hanya benih benci yang terpupuk dengan subur. Hingga mungkin jika tafsiranku benar, besok atau besok kita saling mengetahui untaian-untaian penyesalan yang akan terangkai.
Tapi aku lebih berharap salah tafsir, walaupun diakhir akan berbeda cerita yang tak sama. Tapi mungkin bahkan cerita kita akan lebih indah. Tak ada lagi saling menyakiti, berharap dan saling mencari. Dan jika aku salah tafsir, itu akan jauh lebih baik karena perlahan lingkunganku memang tak mampu menerima perlakuan dan semua tingkahmu.
Tenang aku masih sama seperti dicerita awal jika aku masih sangat amat sadar aku siapa. jadi berlakulah senyaman yang kau mau agar bahagia itu tercipta dengan syahdu semanis madu.

STORY MY WORD

TUGASKU Tugasku hanya berbuat sebaik mungkin. Jika caa dan hasilnya tak memuaskan dan salah di mata orang lain, aku bisa apa? Aku buk...