Sabtu, 25 Juli 2020

STORY MY WORD

TUGASKU
Tugasku hanya berbuat sebaik mungkin. Jika caa dan hasilnya tak memuaskan dan salah di mata orang lain, aku bisa apa?

Aku bukan Tuhan yang Rahman dan Rahim. Yang Pemaaf walau terus dikecewakan. Aku cuma mahluk yang diciptakan dengan hati yang lemah dan mampu tergores.
Seringnya Allah di datangi cuma saat mahluk ciptaan-Nya butuh. Lalu ditinggal begitu saja. Saat mahluk ciptaan-Nya susah, lalu setelah bahagia pergi. Atau saat semakin susah menyalahkan lalu pergi.
Lalu, mengapa aku diberadakan pada posisi itu? Padahal, batas kesabaranku berbeda. Dan dipandang sebelah mata. Karena aku pantas? Atau ada alasan lain yang lebih logis?
Iya, seorang introvert yang luar biasa cuek dengan keadaan dan bawel dengan tulisan dichat mungkin terkesan lebih menyebalkan dari pada menyenangkan. Tapi apa pantas diperlakukan seperti itu?
Jika dijadikan ada tanpa perlu dibutuhkan tidak harus berdasarkan previllage cantik dan kaya. Tapi nampaknya tidak ada. Mereka yang terlihat diada-adakan adalah mereka yang memiliki dua hal itu.
Tugasku sekarang adalah tetap melayani dan menjadikan mereka ratu saat datang. Berbaik hati mengorbankan sedikit waktu dan tenaga. Karena hanya itu bisaku. Aku tak bisa berkorban lain.
Bagaimana pun dalam takdir ini tugasku hanya berbuat baik. Sebaik mungkin dalam bersikap, walau itu hanya berwujud usaha, hasilnya aku tak peduli.
Lalu perkara peduli. Aku juga terabaikan. Mungkin dikarenakan caraku yang salah. Aku tak suka caranya, aku tak suka prosedurnya, dan ternyata karena ada niat dibaliknya. Ada jalan lain kenapa harus dengan jalan yang jadi perbincangan.
Tapi baiklah, dengan ini aku ucapkan. Terserah, apa yang mau terealisasikan. Aku lepas tangan. Memilih hengkang dari jalanan cerita hidup. Aku pergi dari cerita. Tak mau memilih mengalah.
Bagaimanapun aku punya masalah. Aku sudah selalu berusaha untuk ada. Dan ketika aku berkubang dalam masalah aku rasa aku hanya punya Allah. Walau kadang tak kuat dan akhirnya mengeluh kepada orang juga. Tapi sebetulnya yang ada cuma Allah
Sekarang, aku berusaha menyibukkan diri dan mencari orang yang mengisahkan kisahnya. Disana aku besyukur. Aku tidak sendirian. Masalahku tak seberat masalah yang lain atau bukanhanya aku yang punya masalah. Yang lain juga.
Selanjutnya, tugasku hanya berbuat sebaik mungkin. Jika caa dan hasilnya tak memuaskan dan salah di mata orang lain, aku bisa apa? Mungkin melanjutkan berbuat baik lagi dan lagi tanpa henti. Bukan agar aku jadi orang baik tapi agar aku selalu berusah menjadi orang baik. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

STORY MY WORD

TUGASKU Tugasku hanya berbuat sebaik mungkin. Jika caa dan hasilnya tak memuaskan dan salah di mata orang lain, aku bisa apa? Aku buk...