Jumat, 29 Mei 2020

STORY MY WORD

                              MERUTUK


Sederhana...
Semoga kalian dikelilingi orang-orang yang mencintai kalian dengan tulus. Seperti kalian mencintai dan menemaniku dengan begitu tulusnya
 
Tak ada rangkaian kata yang mampu memenuhi seutuhnya rasaku hari ini. Aku benar-benar menyesal telah menyia-nyiakan bentuk kepedulian dan pengorbanan dari kalian.
Hari ini dan beratus hari yang lalu. Aku merasakan kekecewaan dari kepedulian. Aku kira itu seutuhnya salah mereka dan memang karena aku tak berharga. Tapi,  nampaknya itu sebagai balasan atas apa yang aku lakukan terhadap kalian.
Terimakasih pernah ada. Aku tak mungkin mengulang dan kembali kenang itu. Maka, hanya doa yang mampu kubalaskan.
Aku sadar dosa dan salahku banyak. Tapi, aku enggan mengganggu waktu kalian. Aku tak ahli basa-basi lebih dari itu kalian punya kehidupan nyata yang lebih penting dari kehidupanku yang masih berisi angan dan galau selow. Hahahaha...
Aku benar-benar tak bersyukur merutuki 3 hal yang kalian punya tapi aku tidak. Padahal, Allah berikan banyak hal yang sekedar aku ucap tanpa sengaja di hati.
Aku turut bahagia untuk bahagia kalian. Walau aku tertinggal dari langkah kalian. Tiga langkah yang masih menjadi angan.
Allah...
Mudahkan dan lancarkan segala urusan mereka. Sakinah, mawaddah, dan warramahkan rumah tangga mereka.
Ikhlas dan sabarkanlah aku dalam tutur, tindak, dan hati.
Semua punya waktu tepat dan jatah bahagianya. Punya jalan cerita indahnya. Tak akan tertukar bahkan terlambat.
Allah untuk masa laluku aku menyesal tak hadir dimasa berat mereka. Tak menjadi sapu tangan yang menghapus air mata mereka. Tak menjadi telinga dari keluh kesah mereka. Semoga bahagia menyertai kalian...

Selasa, 05 Mei 2020

STORY MY WORD

                            MAU BAGAIMANA LAGI



“Berada di fase ini, bukan perkara yang mudah dan indah. Saat semua orang mampu terlihat menggapai cahyanya, aku terdiam membisu menjadi seorang penonton tanpa tepuk tangan”

     Aku tak perlu memperkenalkan diri. Aku tak perlu dikenal. Dan aku tak perlu dikasihani manusia, aku hanya ingin dikasihani Allah. Kenapa? Karena dengan kasih Allah segala sesuatu lebih mungkin untuk jadi nyata.
      Orang-orang kebanyakan, yang aku tahu. Mereka sudah mendapatkan apa yang normalnya mereka dapatkan. Semua. Perihal keluarga, ekonomi, dan karier. Aku tak menganggap mereka bahagia seutuhnya. Tapi setidaknya mereka punya apa yang senormalnya orang-orang dimuka bumi ini punya.
       Aku? Di seperempat abad. Di half of crisis life, ngga tahu harus bagaimana.
     Pasangan? Karier? Ekonomi?
Apa? Aku hanya tahu tidur, tidur dan tidur. Mau bagaimana lagi, aku benci merasakan insecure dengan diri sendiri. Merasa rendah diri atau bahkan tak berguna, dan parahnya memalukan sekali karena tak memiliki itu semua.
Dan aku hanya tahu, untuk 3 hal itu. Satu-satunya yang bisa aku andalkan belas kasihan dari Allah. Sang Maha dari segala Maha.
Rahman ya Rahim...
Bismillah...
Jika belum aku dapatkan semua itu dalam waktu dekat, semoga aku dikuatkan menjalani kenyataan yang ada. Aku sudah benar-benar tak tahu apa yang harus aku lakukan.

STORY MY WORD

TUGASKU Tugasku hanya berbuat sebaik mungkin. Jika caa dan hasilnya tak memuaskan dan salah di mata orang lain, aku bisa apa? Aku buk...