Selasa, 05 Mei 2020

STORY MY WORD

                            MAU BAGAIMANA LAGI



“Berada di fase ini, bukan perkara yang mudah dan indah. Saat semua orang mampu terlihat menggapai cahyanya, aku terdiam membisu menjadi seorang penonton tanpa tepuk tangan”

     Aku tak perlu memperkenalkan diri. Aku tak perlu dikenal. Dan aku tak perlu dikasihani manusia, aku hanya ingin dikasihani Allah. Kenapa? Karena dengan kasih Allah segala sesuatu lebih mungkin untuk jadi nyata.
      Orang-orang kebanyakan, yang aku tahu. Mereka sudah mendapatkan apa yang normalnya mereka dapatkan. Semua. Perihal keluarga, ekonomi, dan karier. Aku tak menganggap mereka bahagia seutuhnya. Tapi setidaknya mereka punya apa yang senormalnya orang-orang dimuka bumi ini punya.
       Aku? Di seperempat abad. Di half of crisis life, ngga tahu harus bagaimana.
     Pasangan? Karier? Ekonomi?
Apa? Aku hanya tahu tidur, tidur dan tidur. Mau bagaimana lagi, aku benci merasakan insecure dengan diri sendiri. Merasa rendah diri atau bahkan tak berguna, dan parahnya memalukan sekali karena tak memiliki itu semua.
Dan aku hanya tahu, untuk 3 hal itu. Satu-satunya yang bisa aku andalkan belas kasihan dari Allah. Sang Maha dari segala Maha.
Rahman ya Rahim...
Bismillah...
Jika belum aku dapatkan semua itu dalam waktu dekat, semoga aku dikuatkan menjalani kenyataan yang ada. Aku sudah benar-benar tak tahu apa yang harus aku lakukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

STORY MY WORD

TUGASKU Tugasku hanya berbuat sebaik mungkin. Jika caa dan hasilnya tak memuaskan dan salah di mata orang lain, aku bisa apa? Aku buk...