Jumat, 19 Mei 2017

AWAL MENULIS (BELAJAR MENULIS UNTUK ANAK-ANAK)

Perkenalkan aku huruf vocal terdiri dari lima huruf, aku adalah a, i, u, e, dan o. Setelah kelima huruf vocal perkenalkan juga aku huruf konsonan b, c, d, f, g, h, j, k, l, m, n, p, q, r, s, t, v, w, x, y, dan z. Semasa kecil kita diperkenalkan 26 huruf itu, berawal mengenal satu persatu, hanya sekedar melihat, mengucapkan dan akhirnya menggoreskan huruf-huruf itu disebuah buku.
Masa pengenalan huruf biasanya diadakan pada masa taman kanak-kanak sedangkan pada masa Sekolah Dasar sudah mulai diperkenalkan yang namanya menulis kata, membuat kalimat dan akhirnya menjadi paragraph. Masih ingat saat tahun 2000 an awal, guru memberikan tugas membuat kalimat dari 1 kata contohnya dari kata. Dari satu kata itu peserta didik harus membuat kalimat.Dalam pembuatan kalimat diperhatikan benarsusunan kalimat SPOK (Subjek, Predikat, Objek, Keterangan).
Contoh:
Sapu
Ani membeli Sapu di pasar
S          P          0       KT
Namun kenyataan di lapangan tak seindah perencanaan. Ada penghalang dalam proses pembelajaran tidak semua anak mampu menulis dalamsekali, dua atau tiga kali pembelajaran perlu berulang-ulang dan harus dilakukan secara intensif. Pada taman kanak-kanak sudah diajari menuliskan dengan memulai menebalkan huruf.  Jadi pada saat mereka memasuki sekolah dasar setidaknya mereka sudah memiliki kemampuan untuk menulis namun masih sangat dasar.
Walaupun sedari taman kanak-kanak sudah diberi pengenalan cara menulis tidak menutup kemungkinan ada segelintir anak didik yang belum mampu menulis. Karena setiap kemampuan anak berbeda-beda dan tingkat minat mereka yang tak sama juga menjadi faktor yang melatarbelakangi kemampuan menulis yang berbeda-beda.
Dalam setiap kelas yang dihuni oleh banyak siswa akan ada banyak karakter. Ada anak yang suka mencoba, rajin, patuh terhadap perintah guru, malas dan bandel atau nakal.Untuk anak yang berkarakter baiki kalaupun mereka belum mampu menulis mereka akan berusaha untuk belajar caranya menulis sampai bisa. Bagaimana dengan mereka yang malas dan bandel?
Untuk mereka yang belum mampu menulis dan kurang minat terhadap menulis mungkin dengan sekali-kali memberikan reward berupa gambar bintang atau mungkin sesuatu yang bisa membuat mereka tertarik dan semangat mengikuti pembelajaran menulis. Guru bisa memberikan reward kepada pesertadidik yang memiliki tulisan yang paling benar, paling rapi dan paling cepat boleh diberikan reward. Namun jangan terlalu sering memberi reward, ditakutkan pemberian reward secara terus-menerus dapat membuat persepsi bahwa melakukan sesuatu untuk mendapatkan imbalan.
Bagaimana dengan mereka yang sudah berusaha maksimal namun belum juga mampu menulis? seorang guru layaknya memberikan perhtian lebih dengan memberikan jam pelajaran tambahan pada saat istirahat, namun jika tidak memungkinkan komunikasikan kepada orang tua peserta didik jika anaknya belum mampu menulis dan perlu bimbingan khusus. Jangan sekali-kali seorang pendidik memberi label buruk kepada peserta didik karena label itu akan melekat pada anak-anak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

STORY MY WORD

TUGASKU Tugasku hanya berbuat sebaik mungkin. Jika caa dan hasilnya tak memuaskan dan salah di mata orang lain, aku bisa apa? Aku buk...