COWOK CAPER
Cowok Caper?
Jenis macam apa cowok ini? jenis makhluk apakah ini? jenis spesies barukah?
entahlah...
Mungkin jenis cowok yang lagi ngehits gitu.
cowok adalah makhluk ALLAH SWT yang tercipta sebagai pelangkap, pendamping, dan pembimbing. Cowok juga makhluk yang seharusnya menjaga cewek secara full (baik hati maupun fisiknya). Kalau cowok masih hobby nyakitin cewek mending ke laut aja (mancing kek, berlayar kek, nyari ikan juga boleh asal ngga usah nyakitin cewek deh). Kalau ngga keluar dari planet Bumi aja nyari atau buat planet baru.
Cowok makhkluk yang lebih banyak menggunakan logika dibanding perasaaan (apa benar?) dan katanya cewek pengguna perasaan (apa benar?) whatever lah. Perasaan hukum itu tak berlaku-laku amatlah, bebas mau gunaain apapun sebutuhnya semampunya gitu. Hidupkan bukan pasal perasaan, perasaan, dan perasaan. termasuk cowok hidupnya juga bukan sekedar pasal logika, logika dan logika kan???
Whatever... mau jalanin dengan model dan macam apa, dengan teknik dan metoda apa yang penting jangan pernah lupa untuk bahagia. Ok... Ok... Ok jadi ngelantur keluar dari judul kan?
Cowok CAPER (cari perhatian) oh no? ada? ada banyak ngga usah disebut namalah, takut ganggu privasi gitu. Yah secara kenyataan sie ngga paham-paham banget metode dan cara cowok caper, lagian sebetulnya ngga terlalu peduli cuma terganggu habis bikin risih si ya. Ok lah fine kalau capernya level sedang, biasa, dan menengah, lah ini level luar biasa menyebalkan (pengin ngelempar sepatu tapi sayangnya sepatu satu-satunya dan lagi dipake, masa gue nyeker kan kagak lucu).
Ok lah dia memang sukses menarik perhatian gue, tapi jujur narik perhatian untuk nimpuk mukanya dan bilang "bisa ngga diem ngga usah ngikuti gue! bisa ngga diem ditempat dan ngga usah ngerusak pemandangan gue!" nah sebelum kata-kata itu sepatunya sudah tak timpuk duluan. Yah Alhamdulillah masih punya titik kesabaran jadi ngga kejadian (dan itu hanya khayal yang fiktif).
Untung saja di moment itu sikap cueknya masih kuat coba kalau sudah ngga kuat matilah cerita hidupku.Coba kalau level sabar dan cueknya di level "LOW" mau dikata apa coba, yang aku sebut sebagai khayalan itu bakal jadi kenyataan, jangan please jangan mau ditaruh dimana muka bulatku ini.
Kesel ngga sie?
Cerita kongkritnya gini, kan suatu siang yang terik disebuah gedung fakultas yang memanjang. Dalam sebuah urusan menacari sebuah kelas, aku keluar (posisiku ada di arah kiri gedung) tak sengaja (dan tak diharapkan) ada sosok cowok itu di arah kanan gedung. Awalnya aku kira dia tak sadar keberadaanku dan tak akan menghiraukan keberadaanku (dalam hari berdo'a jangan sadar, kalaupun sadar keberadaanku tolong jangan samperin dong) hap... hap... hap do'a itu tak terwujud, dengan langkah santai dia menghampiriku yang sedang asyk dengan hp dan selesai menyapa temannya.
Ok dia menyapaku itu akhirnya aku juga harus menyapanya. Dugaan mulai menyergap, aku kira bakal pergi ternyata tidak juga, berdiri dengan santainya (dan mungkin menyusun kata) di depanku. Temannya memberi jarak agar dia bisa duduk, tapi nyatanya jarak itu hanya dia plototin dengan seksama, hingga akhirnya aku mulai benci keadaan dan pergi untu memastikan sebuah kelas yang kebetulan ada di sebelah kanan gedung. Yah dengan langkah gontai aku melangkah meninggalkan tanpa pamit, dan entah bagaimana ceritanya dia juga ada di arah kanan gedung, kali ini menarik perhatian dengan menjaili temannya (ngga nyangka ya dia bisa jail juga) pokoknya kejadian selanjutnya lebih menyebalkan lagi ngga mood nyeritainnya habis dia itu ihhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh......... MENYEBALKAN!!!!!!!!
Udah dasarnya ngga suka cowok caper, lebih suka dia yang biasa saja, ngga usah neko-neko deh. yah emang sie suka sama cowok yang ceria tapi cerianya alami ya ngga perlu di buat-buat. Be your self Boys, cewek itu ngga perlu cowok caper tapi perlunya cowok yang perhatian, gampangkan. ngga perlu cowok yang punya sejuta cewek tapi cuma perlu cowok yang setia pada satu cewek, ngga usah nyari perhatian kalau mau diperhatikan ngga gitu caranya, kalau kayak gitu mah adanya bikin ilang feeling terus benci, males ngelihat mukanya, males ketemu orangnya. go away deh...
Kesel ngga sie?
Cerita kongkritnya gini, kan suatu siang yang terik disebuah gedung fakultas yang memanjang. Dalam sebuah urusan menacari sebuah kelas, aku keluar (posisiku ada di arah kiri gedung) tak sengaja (dan tak diharapkan) ada sosok cowok itu di arah kanan gedung. Awalnya aku kira dia tak sadar keberadaanku dan tak akan menghiraukan keberadaanku (dalam hari berdo'a jangan sadar, kalaupun sadar keberadaanku tolong jangan samperin dong) hap... hap... hap do'a itu tak terwujud, dengan langkah santai dia menghampiriku yang sedang asyk dengan hp dan selesai menyapa temannya.
Ok dia menyapaku itu akhirnya aku juga harus menyapanya. Dugaan mulai menyergap, aku kira bakal pergi ternyata tidak juga, berdiri dengan santainya (dan mungkin menyusun kata) di depanku. Temannya memberi jarak agar dia bisa duduk, tapi nyatanya jarak itu hanya dia plototin dengan seksama, hingga akhirnya aku mulai benci keadaan dan pergi untu memastikan sebuah kelas yang kebetulan ada di sebelah kanan gedung. Yah dengan langkah gontai aku melangkah meninggalkan tanpa pamit, dan entah bagaimana ceritanya dia juga ada di arah kanan gedung, kali ini menarik perhatian dengan menjaili temannya (ngga nyangka ya dia bisa jail juga) pokoknya kejadian selanjutnya lebih menyebalkan lagi ngga mood nyeritainnya habis dia itu ihhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh......... MENYEBALKAN!!!!!!!!
Udah dasarnya ngga suka cowok caper, lebih suka dia yang biasa saja, ngga usah neko-neko deh. yah emang sie suka sama cowok yang ceria tapi cerianya alami ya ngga perlu di buat-buat. Be your self Boys, cewek itu ngga perlu cowok caper tapi perlunya cowok yang perhatian, gampangkan. ngga perlu cowok yang punya sejuta cewek tapi cuma perlu cowok yang setia pada satu cewek, ngga usah nyari perhatian kalau mau diperhatikan ngga gitu caranya, kalau kayak gitu mah adanya bikin ilang feeling terus benci, males ngelihat mukanya, males ketemu orangnya. go away deh...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar