PUTRI TIDUR KEJEBAK KEADAAN
"Maka skenario mana yang harus ku mainkan jika para pemeran tak tahu dialog mana yang harus digunakan"
Mungkin ini teguran dari Allah atau bahkan sesungguhnya skenario terindah dari bait-bait takdir Allah yagn seharusnya terhubung. Entahlah, tapi mengingat dan menjabarkan kejadian hari ini membuatku tersenyum penuh sipu.
Berhenti!!! ini bukan pasal aku, ini pasal dan bab cewek tersejuk versi Bumi yang dinamai atau kita juluki dia Miss Pohon. Yah belum juga menemukan kata yang pas sudah pengin ketawa dengan pipi yang terasa panas.
Panas mentari siang bolong benar-benar menyengat kulit. Jam tangan hitam kesayangan Miss Pohon menunjukan pukul 12.30. Kami bergegas menuju hutan belantara dimana banyak nafas kehidupan terjaga dengan baik dan dibutuhkan.
Suasana hutan berantara nampak sudah ramai. Kursi di ruang buku umum nampak sulit untuk disinggahi, maka diputuskan terduduk pada pojok rak buku agama. Lesehan diatas lantai hutan belantara yang putih dan dingin. Dengan sebuah buku di tangan Miss Pohon dan aku sendiri sibuk dengan gadget mencari sinyal wifi.
Beberapa mahasiswa nampak sibuk mencari buku pada celah rak lain disudut rak buku agama. Lalu pada rak buku yang sedang kami jadikan tempat tongkrongan mencari dan mengacak-acak hipotesis yang sering kami mainkan, kami terduduk dengan santai. Seakan tak memperdulikan akan ada mahasiswa atau mahasiswi yagn mau mencari buku tentang hadits.
Jenuh dengan media sosial, ku putuskan untuk beralih pada buku. Berat dengan buku Hadits ku pasang muka manyun yang menyebalkan yagn membuat Miss Pohon beranjak dan mencari buku yang ringan dibaca dan tak perlu berfikir berat tuk mencerna maksud dari buku itu.
Dengan sebuah buku di tangan, aku mulai membaca menghadap ke arah masuk menuju rak. Hingga tiba-tiba masuk seorang mahasiswa dengan kaos kerah dan bermotih belang lebar dengan tiga kombinasi warna belang. Sosok cowok yang disebut oleh Miss Pohon "Bakal Calon Sahabat" dan disingkat atau sering disebu dengan "BCS". Dengan senyum merekah nan ramah dia tawarkan. Dan reflek kami balas senyum itu.
Tak lebih dari sepuluh detik dia sudah beranjak pergi tak jadi ke rak hadits membawa senyum dengan ringan. Oh... Mengesalkan!!! Kenapa kami tersenyum? siapa kami? kami hanya sebatas tahu bukan mengenal jadi rasanya tersenyum tak berha. Lalu kenapa tadi tersenyum?
Ah lupakan!!!
Setelah kami jenuh dengan pojok rak buku. Akhirnya kami memilik sebuah meja dengan 6 kursi di ruang agama. Belum kami nyaman, kami disuruh menjaga komputer di ruang komputer yang mau ditinggal shalat padahal lagi download oleh adik kecil yang notabene adik tingkat beda prodi prodi dan beda jurusan. Dan setelah selesai shalat kami putuskan kembali duduk di ruang baca agama yang sepi, hanya ada penjaga, dan dua mahasiswa yang sedang terduduk dengan jarak berjauhan.
Jenuh dan lelah melanda, kami sepakat memutuskan untuk tidur dari pada mengganggu orang disekitar kami yang sedagn sibuk dengan laptop dan bukunya. Kami menggunakan buku dan tangan sebagai bantal. Yah ini memang tidur seadanya pelarian rasa jenuh.
Mungkin satu jam atau mungkin lebih. Aku terbangun dengan perasaan yang aneh. Rasanya ruang gerakku dipersempit. Rasanya ada seseorang yang terduduk disebelahku selain Miss Pohon disamping kiriku. Ah siapa orang ini?
Dengan menyipitkan mata yang masih berat untuk terbuka aku berjuang memastikan siapa yang ada disamping kananku. Oh Allah... nampak seperti sosok cowok. Siapa? Palingan bukan orang yagn aku kenal. sebentar, jaz almamater? iya almamater Kampus, seluruh mahasiswa juga punya, jadi sah saj kalau dia pakai almamater di sini. Tapi tunggu, ini sosok orang yang aku kenal bukan? rasanya sosok ini tak asing, setidaknya mungkin satu fakultas denganku. Dengan seolah tak kuasa membuka mata dan takut kalau tidurnya samapi ngeces, kupastikan orang ini.
Taaaarraaaaa.... Dia adalah anak Fakultasku, beda Prodi. Salah satu sosok cowok yang sering menjadi tema pembicaraanku dengan Miss Pohon. Sosok cowok yang masuk draf anak rajin (walau sekarang sudah berubah). Salah satu penghuni hutan yang dulu terlihat menarik dengan buku dan komputer dihadapannya (sekarang sibuk dengan dunianya). Yah sosok yang aku tahu dan Miss Pohon ajak kenalan di hutan belantara. Sosok yang sering dikirimi salam oleh Miss Pohon. Ngasih nomor ke Miss Pohon, walau sampai detik ini tak dihubungi oleh Miss Pohon. Dan sosok yang akhirnya dihindari oleh Miss Pohon.
Reflek, kualihkan muka dan memasang muka mengantuk berharap bisa pasang adegan tidur lagi. Dengan muka dihadapkan ke Miss Pohon. "Jangan bangun Miss Pohon, tidurlah yang nyenyak seperti putri tidur, kali ini aku tak punya ide tuk membantumu menghindar dari mahluk ini" kata hatiku berharap. Namun yang terjadi adalah Miss Pohon terbangun dan langsung arah mukanya menuju ke sosok cowok itu yang stay cool dengan buku dihadapannya.
Oh Allah, apa yang harus aku lakukan? ada dalam posisi seperti ini bukan inginku. Miss Pohon nampak mencoba tidur kembal. Hingga akhirnya aku memutuskan menegakkan mukaku dan kebangun dari tidur.
Dengan sedikit cemas takut habis ngeces, walau tak ada. Syukurlah he he he :)
Aku terbangun yang disusul oleh Miss Pohon. Mau tak mau aku menuggu langkah selanjutnya. Apa yang akan dilakukan Miss Pohon? Bakal nyapa ngga? Dialog apa yang akan mereka cakapkan? Kata apa yang akan keluar dari dua orang ini saat situasi mengejutkan terjadi. Dan untukku, AKU TERJEBAK DIANTARA KEBISUAN.
Tak ada kata, hanya tata-tatapan dariku dan Miss Pohon. Hingga kami memulai percakapan yang sok asyk. Akhirnya mau tak mau ku putuskan untuk mencari tema pembicaraan. Dimulai dengan menengok arah belakang yang kebetulan rak anak kesehatan. Ku edarkan keseluruh rak, mencari judul menarik. Hingga sebuah buku biru tebal menarik perhatianku. Dan judulnya adalah "Kesehatan Kandungan". Tidak, tidak lucu kalau aku membaca itu. Lalu ku putuskan edarkan mataku ke buku lain, walau asli penasaran dengan buku biru tebal itu. Akhirnya ku putuskan membaca buku yang isinya asli mumetin dengan istilah-istilah kesehatan yang aku tak pahami.
Sekitar lima belas menit berlalu, tak ada dialog apapun dari mereka. Tak ada sapa dari Miss Pohon. Dan tak ada sapa dari cowok ini (asli ngga bohong mereka saling kenal). Dan aku yang berada diantara mereka seperti satir penghalang. Oh... ini menyedihkan, asli mau ketawa? ini bukan hal yang lucu, ini lebih ke arah membingungkan. Mungkin mencari tema mulai dari buku yang berat untuk aku baca. Buka youtube nonton kartun P-Man, lalu Chibi Maruko Chan, dan status sosial medianya teman. Pokoknya jangan dia.
Untungnya dia ngga lama, ngga sampai jam 16.00 jadi ujian kami tak perlu berat-berat sangat. Tapi untukku ini melelahkan terjebak dalam situasi yang tak diinginkan. Sekenario terindah Allah atau mungkin teguran agar tidak menjadikan PERPUSTAKAAN sebagai tempat tidur.
he he he he he he :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar