CELENGAN LELAH
"Jangan tanya rindu itu apa dek? aku tak pernah mampu mendefinisikannya. Jangan tanya rindu itu seberat apa dek! Aku tak punya Om Dilan yang mampu menanggungnya"
Bukan itu yang ingin aku tulis. Bukan tentang kisahmu dek. Bukan tentang rindu yang ku emban dek, bukan itu.
Jangan tanya apa yang ingin aku lakukan dek! jangan tanya. Aku hanya ingin marah dengan keadaan dan ingin menangisi semua kesalahan yang seakan aku yang berporos. Ah, dunia terlalu mengerikan untuk diceritakan. Terlalu banyak drama dalam kisah yang memilukan. Perkara manusia bertopeng itu mengesalkan.
Ah tidak, aku masih punya pelarian yang indah. Tempat bersandar dari segala lelah. Bukan tapi tempat melepas penat yang kian menumpuk. Jadi yang menumpuk itu celengan rindu atau celengan lelah?
Bayangkan jika semua terungkap? ah apa peduliku. aku bukan satu-satunya orang yang berjuang peduli. Aku hanya ingin berbuat jadi baik. Perkara kau bagaiman aku tak pernah ingin peduli. Jadi, baiknya aku juga berhenti memperdulikan lingkungan yang tak memperdulikanku.
Mari membuat rencana A, B, dan C untuk kembali ke zona nyaman. Tempat dimana malaikat tak bersayapku duduk tenang berharap duniaku baik-baik saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar