SEPERSEKIAN DETIK
Tak sengaja. Hahaha... itu beneran sengaja si. Sesuatu yang memang disengaja. Dari awalnya bukan dia yang dicari akunnya.
Aku cuma penasaran bagaimana kabarnya sekarang. Tapi ternyata membuatku terprosok ke jurang. Sampai jam 02.25 malam aku belum tidur.
Sial memang, kau terlalu hebat untuk sekedar di "masa bodo" dan "bodo amat".
Ambyarrr...
Bubarrr...
Ntahlah...
Hatiku benar-benar parah. Seperti tidak rela tapi sedikitpun tak berhak dan tak berdaya kuasa. Hahaha... aku siapa?
Dari sepersekian detik, kau pernah membuat rintik gerimis itu begitu indah.
Dari sepersekian detik, kau pernah membuat dunia berhenti.
Dari sepersekian detik, kau pernah membuatku mampu melakukan yang tak mungkin ku lakukan.
Dari sepersekian detik, kau mampu membuatku tercengang tak tergerak sedikitpun.
Dari sepersekian detik, kau membuatku merasa begitu berharga.
Dari sepersekian detik, membungkam mulutku dengan riuh diskusi hati dan otakku.
Dari sepersekian detik tentangmu, setelahnya aku harus tersadar bahwa dunia masih bergerak. Bahwa waktu terus maju.
Dan hari ini, aku sadar kau telah melewati sepersekian detik tutur kata perjanjian dengan Sang Kuasa.
Dua hari sebelum 1/4 abad usiamu. Kau telah berikrar melengkapi separuh agamamu.
Tak apa, bukan namaku yang kau sebut disepersekian detik itu. Tak apa, bukan aku yang ada disampingmu saat itu. Tak apa, aku tak melihat dan tahu saat itu juga.
Yang paling penting, aku mendoakanmu agar bahagia mengiringi langkah menuju jannah. Agar dunia jadi jembatan menuju surga.
Aku ikhlas, karena itu bukan aku. Aku rela, bagaimanapun aku tak mungkin berusaha. Biarpun aku tahu caranya.
Bahagia dengan dunia barumu. Bahagia dengan cerita barumu.
Aku tidak akan membenci sepersekisn detik gerimis di Musola sekolah kita dulu. Karenanya aku menemukanmu dengan cara mengalah paling indah. Dari sepersekian detik itu, aku pernah jatuh hati padamu dan jatuh cinta pada huja secara bersamaan.
Jujur, memindahkanmu dari hatiku adalah perkara yang tak mudah. Tapi, aku bisa. Allah punya ganti selainmu. Seseorang yang segalanya lebih darimu.
Terimakasih, pernah membuatku jatuh cinta dengan semua lebihmu. Pernah kau buat bahagia tanpa kau sadari. Pernah 3x bernegosiasi sama Allah agar kau jadi hadiah ulang tahunku. Tak perlu bertemu, melihatmu dari jauh itu lebih dari cukup.
Kita tidak pernah saling mengenal. Tapi, aku tahu kamu. Aku tahu tanggal lahirmu, dan sebagian kecil kisah hidupmu. Yang paling aku tahu dari kamu adalah. Disepersekian detik kau hebat. Kau luar biasa....
Terimakasih Allah...
Kalau dia sudah menemukan jodohnya, giliran aku kapan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar