NING KAYLA
Siang bolong, kalau ning Kayla libur itu artinya yah diganggu putri ibu yang umurnya sekitar 9 tahun Desember tahun lalu. Jangan tanya diganggunya seperti apa, tidur pasti akan terusik. Yah dengan ajakan maina atau diganggu ditempat tidur.
Siang ini dia menggangguku dengan cara mengusiku, melempar bunga-bunga yang dia dapati di depan ndaleme Ibuk. Aku sudah mulai terbiasa bangun tidur siang dengan keadaan seperti kuburan baru penuh dengan bunga.
"Keyla!" teriaku tahu siapa yang menaruh bunga.
Dia pasang muka lugunya dengan cengengesan di samping dipan susun.
"Oh ngedoain yah? kalau mba dulu yang mati nanti mba bakal datangin Keyla jadi hantu," kataku menakut-nakutinya.
Untuk beberapa kesempatan kami sepakat untuk berpindah kealam lain dalam waktu bersamaan. Alasannya, agar kita tidak saling menakuti ketika jadi hantu. Kesepakatan dengan anak-anak yang selalu sukses membuat aku tersenyum.
Siang ini dia begitu usil, membawa double tip sisa micro teaching diliburan semester lalu. Aku tahu double tip itu akan dia mainkan, pulang mungkin dalam wujud habis. Aku harus ikhlas karena ujungnya pasti akan sama seperti cotton bud yang tak tersisa dan tak diketahui ujungnya dimana. Pikiranku sudah negatif dulu memang dengan dia. Namun, ujungnya aku ikhlaskan lebih baik aku diam diladeni? tidur siangku hilang.
Dia sedang lumayang bertanggungjawab kali ini. Dia serahkan uang dua ribu rupiah sebagai pengganti harga double tip yang mau dia mainkan. Aku tak tahu berniat apa anak ini. Dia anak yang kreatif dan usil dengan ulahnya. Jangan tanya dia selalu punya banyak hal yang tak dapat aku jelaskan. terkadang...
"Keyla jelek, tapi jelekan mba," aku melongo mendegar pernyataannya.
"Mba cantik, tapi aku lebih cantik," yang ini tak kalah bikin melongo.
Anak kecil macam apa dia? anak kecil yang memiliki kecerdasan musik, anak kecil yang lebih menggunakan otak kanan dibandingkan otak kirinya.
Lalu setelah siang itu, dia menghilang dalam hitungan ribuan detik akhirnya muncul kembali. Disore hari yang biasa suasana kota ini tak terlalu cerah. Dia muncul dan mendekatiku.
"Mba nanti naik? sholat berjamaah?" tanyanya sederhana.
"Ga," kataku bohong.
Tolong, jangan tiru ini.
"Serius mba?" tanyanya sedikit kesal dan kecewa.
"Kenapa?" tanyaku lagi.
"Ada deh," katanya.
Hingga magrib tiba, peraturan ditempat kami memang diwajibkan berjamaah dikala magrib, isya dan subuh. Aku naiki tangga lantai dua ndaleme ibuk. Ada yang beda pada aula tempat kami berjamaah, ada hiasan dari kertas kreb. Dan terlihat Keyla sedang menangis.
"Kenapa?" tanyaku.
Dia terus melanjutkan rengekannya.
"Subhanallah," teriakku kagum melihat dekorasi aula yang berbeda.
Aula didekorasi dengan penuh semarak dan sederhana tapi ngena.
"Ini Keyla yang buat?" tanyaku setelah mengelar sajadah dibagian paling belakang shaf.
Dia menangis dan memindahkan sajadahku disebelahnya.
"Key!" teriakku keras tak ingin berada persis dibelakang imam shalat.
Mengalahlah dari pada dia semakin menjadi air matanya.
Lalu setelah selesai sholat dia menunjukan sebuah gambar yang terdiiri dari dua mata, hidung dan sebuah senyum yang dia sematkan dengan kertas krab. Sebuah gambar yang besar, dan jika itu diibarakan sebuah wajah itu wajah yang luas seperti wajahku.
"Itu gambarnya mba," katanya yang kebetulan terdengar sampai shaf belakangku membuat kami tersenyum dan bahkan tertawa.
"Kok mba sendirian?" kataku melihat gambar itu sendirian dan rasanya tak enak pada teman-temanku.
"Ga kok mba, mba ga sendirian kan ada Allah ada bintang-bintang juga," katanya menunjukan tulisan Allah yang dia buat dari kertas krab.
Iya benar kata Ning Keyla aku tak pernah sendirian aku punya Allah. Hampir saja air mataku menetes. Aku yang sedang merasa sendirian dan tepuruk tersebab keadaan yagn seakan tak membelaku. Aku bangkit dari kata sederhananya. Dia benar, gadis kecil yang usilnya minta ampun ini benar, aku tak sendirian aku punya Allah dan Allah selalu bersamaku. Aku peluk dia, yah seperti biasa dia akan melepaskan itu, kalau ga aku juga digigit.
Terimakasih Ning Keyla, saat sedih aku akan selalu ingat, bahwasanya aku tidak sendirian....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar