Kamis, 31 Mei 2018

STORY MY WORD

TAK KENAL SEHARUSNYA TAK NYESEK


Aku melihatmu pertama kali saat memasuki sebuah ruangan yang selalu aku suka aromanya. Sebuah ruangan yang selalu aku suka setiap sudutnya. Sebuah ruangan dengan ketenangan yang hakiki. Dan sebuah ruangan yang selalu aku kunjungi kala hatiku sepi atau bahkan terlalu ramai dengan hingar bingar keadaan yang memaksaku pergi.
Aku tak tahu namamu, aku tak tahu semua tentangmu. Tapi, tunggulah hitungan detik, aku akan mengenalmu dengan detail pada setiap titik.
Kau yang? yang aku lihat dengan langkah tegap penuh percaya. Memasuki ruangan hampaku, menyita perhatian singkatku, rasanya tidak singkat tapi panjangku. Menyita secerca konsentrasiku untuk melihat arah langkah kaki mana yang kau tuju. Yah kau menuju larikan rak buku yang terpasang rapi dan bau debu. Lalu kau duduki sebuah kursi favorit yang selalu aku tuju setiap kesini. Sudut dimana aku pernah menunggu seseorang untuk datang dan dia datang. Dan sudut dimana aku menunggu seseorang untuk datang dan berbagi tentang hatinya tapi tak juga pernah datang.
Lalu kau terduduk dengan dua buah buku yang kau ambil di rak buku tadi. Konsentrasiku tertuju padamu, semua tentangmu. Bahkan, arah mataku tak ingin berhenti darimu. ah, kamu siapa dirimu. Pun dirimu memiliki konsentrasi tersendiri, indah sungguh indah dan memukau batinku.
Hingga akhirnya kau datang lagi masih dengan caramu menyita perhatianku. Indah tapi tak seharusnya kau juga mengenai rongga hati juga karena tak kenal seharusnya tak nyesek. Kau boleh saja hadir dan menyita pandangku tapi seharusnya kau tak menyerang sesak dadaku. Kan jadi nyesek, tapi kita ngga kenal itu ga adil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

STORY MY WORD

TUGASKU Tugasku hanya berbuat sebaik mungkin. Jika caa dan hasilnya tak memuaskan dan salah di mata orang lain, aku bisa apa? Aku buk...